Jumat, 04 April 2014

Pengembangan Metode Pemahaman Hadis*

Taha Jabir Ulwani



Meyakini otoritas Sunah Nabi merupakan keniscayaan dalam agama Islam. Tidak seorang pun ulama salaf mempermasalahkannya. Namun kemudian muncul sekelompok orang yang dangkal pemahamannya serta sedikit ilmunya. Mereka tidak dapat membedakan antara sunah yang otentik dari Nabi, baik yang dibuktikan secara meyakinkan dan pasti maupun yang didasarkan argumentasi yang kuat, dan sunah (tradisi) orang-orang kuno dan cerita-cerita masa lalu. Mereka juga tidak dapat membedakan batas kemungkinan dalam berargumentasi menggunakan berita yang berasal dari generasi pertama. Dan dalam konteks apa hujah itu digunakan. Dan apa tingkatannya dalam hierarkhi instrumen pengetahuan manusiawi. Dan apakah berita itu cukup kuat untuk menghadapi kontradiksi dengan kenyataan empiris atau kenyataan rasional ketika ia menghadapi problem tersebut atau tidak.

Minggu, 23 Februari 2014

Pendekatan Kaum Modernis Terhadap Studi Hadis

 Noor al-Din Atabik



Seperti modernisme Barat, modernisme Islam sulit untuk didefinisikan. Ia meluas meliputi serangkaian pandangan metafisik, epistemologis dan tren heuristik  yang berdiri sebagai antitesis terhadap pandangan tradisionalisme.

Kamis, 16 Januari 2014

Memahami Hadis Melalui Pemilahan Posisi Nabi Saw. (Sebuah Abstrak untuk Skripsi)


M. Khoirul Huda

Analisis saya terhadap metode ushul fiqh atau ilmu matan hadis berkesimpulan bahwa metode tersebut tergolong apa yang oleh pakar analisis wacana sebut sebagai paradigma positivisme. Yaitu kecenderungan penafsiran yang sangat tergantung pada aspek kebahasaan, semantik, gramatikal, dan problem-problem kebahasaan lainnya. Sedangkan analisis terhadap metode pemilahan Ibn ‘Āsyūr berakhir pada kesimpulan bahwa metode tersebut cenderung pada aliran paradigma konstruktivisme. Sebuah kecenderungan penafsiran yang menekankan pentingnya subjek yang memproduksi wacana yang sering diabaikan dalam analisis wacana aliran positivisme.

Selasa, 14 Januari 2014

Metode Pemahaman Hadis dalam Lintasan Sejarah

M. Khoirul Huda

Artikel ini akan sedikit memaparkan tentang sejarah pemahaman hadis secara sepintas lalu. Sekadar menulis ulang tentang konsep pemahaman, bentuk hadis yang menjadi objek pemahaman, dan jajaran literatur yang pernah terlibat dalam wacana metode pemahaman hadis. 

Rabu, 08 Januari 2014

Pendekatan Intellectual History dalam Studi Hadis



M. Khoirul Huda
 


Artikel ini akan membincang bentuk lain hubungan dua disiplin keilmuan tersebut (ilmu hadis dan ilmu sejarah). Kita akan melihat bagaimana studi sejarah digunakan melihat persoalan hadis. Utamanya apa yang disebut sejarah intelektual atau bila Anda rajin mengunjungi dunia maya lebih populer dengan nama intellectual history. Sejarah intelektual berarti sebuah disiplin sejarah yang memfokuskan para intelektual sebagai objek kajiannya.

Senin, 30 Desember 2013

Mencairkan Hadis Nabi Mencari Ideal-Moral (Esai Tentang Pemikiran Hadis Fazlur Rahman)

M. Khoirul Huda


Saya akan sedikit curhat mengenai bacaan saya pada bukunya yang berjudul Islamic Methodology in History. Buku ini telah diindonesiakan dengan judul Membuka Pintu Ijtihad, diterbitkan oleh Penerbit Pustaka, Bandung. Buku ini mencoba menelaah metode berfikir Islam (islamic methodology) dari perspektif sejarah (history). Tujuannya, seperti dapat dilihat dalam judul edisi Indonesianya, membuka pintu ijtihad yang diyakini sementara umat Islam telah ditutup rapat

Minggu, 24 November 2013

Masalah Terbaliknnya Sanad Hadis (Implikasinya pada Kualitas Hadis serta Metode Verifikasi)

M. Khoirul Huda[1]

Pendahuluan
Otentisitas merupakan salah satu persoalan pokok dalam ilmu hadis. Para pakar ilmu ini memberikan lima ukuran dasar untuk menilai keaslian suatu hadis: [1] ‘adalah [ketaat-asasan dalam beragama], [2] dhabth [kekuatan hafalan rawi], [3] ittishal al-sanad [ketersambungan mata rantai sanad], [4] adam al-syudzudz [tidak ada kejanggalan akibat berlawanan dengan riwayat lain], dan [5] ‘adam al-‘ilal [ketiadaan cacat].[2]

Mikraj dalam Pandangan Sahabat

  Setelah klaim kenabian, peristiwa kontroversial yang pernah dialami Nabi Muhammad saw. adalah isra dan mikraj. Isra-mikraj bukan saja me...